Akhirnya akan tiba suatu masa
ketika retorika tak lagi berjaya.
ketika kata tak lagi di percaya.
ketika rasa percaya mulai tiada
ketika propaganda media menjadi senjata konspirasinya..
Terlihat sudah tujuan nya..
Tanpa mendengar kita bisa melihat..
Tanpa melihat kita bisa merasa..
karena itulah tuhan menciptakan "RASA"
#merenung sejenak
Mimpi Dan Imagi
“Things change. And friends leave. Life doesn't stop for anybody.” ― Stephen Chbosky, The Perks of Being a Wallflower ―
Jumat, 19 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Puisi Hati
Embun tipis perlahan turun, mendekap perlahan.. di sana ku berdiskusi dengan alam yg lirih..#semeru
Alampun berkata, "manusia hanya mendekap tiada rasa" tanpa rasa apa artinya cinta? hanya hirauan akan sisa manusia...ranukumbolo betapa malangnya engkau ..#semeru
Ranjau-ranjau terpasang tanpa dosa. hutan rumput menyaru dengannya.. hanya aroma tak bersatu bersamanya #semeru
kaki-kaki pemuda beradu dalam lelah
seakan memiliki mata. menghindari ranjau di muka..#semeru
Ketika orang malam membicarakan siang, kita berbeda dalam hidup namun sama dalam cinta.. #semeru
ranukumbolo, 4 Juli 2013
Alampun berkata, "manusia hanya mendekap tiada rasa" tanpa rasa apa artinya cinta? hanya hirauan akan sisa manusia...ranukumbolo betapa malangnya engkau ..#semeru
Ranjau-ranjau terpasang tanpa dosa. hutan rumput menyaru dengannya.. hanya aroma tak bersatu bersamanya #semeru
kaki-kaki pemuda beradu dalam lelah
seakan memiliki mata. menghindari ranjau di muka..#semeru
Ketika orang malam membicarakan siang, kita berbeda dalam hidup namun sama dalam cinta.. #semeru
ranukumbolo, 4 Juli 2013
Rabu, 06 Juni 2012
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK RUMINANSIA UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Oleh
Imam Aditya
Putra
0911311007
A. Penanganan Limbah Ternak
Penanganan limbah ternak akan spesifik pada jenis/spesies, jumlah ternak,
tatalaksana pemeliharaan, areal tanah yang tersedia untuk penanganan limbah dan
target penggunaan limbah. Penanganan limbah padat dapat diolah
menjadi kompos, yaitu dengan menyimpan atau menumpuknya, kemudian diaduk-aduk
atau dibalik-balik. Perlakuan pembalikan ini akan mempercepat proses
pematangan serta dapat meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. Setelah
itu dilakukan pengeringan untuk beberapa waktu sampai kira-kira terlihat
kering.
Penanganan limbah cair dapat diolah secara
fisik, kimia dan biologi. Pengolahan secara fisik disebut juga pengolahan
primer (primer treatment). Proses ini merupakan proses termurah dan
termudah, karena tidak memerlukan biaya operasi yang tinggi. Metode ini
hanya digunakan untuk memisahkan partikel-partikel padat di dalam limbah.
Beberapa kegiatan yang termasuk dalam pengolahan secara fisik antara lain :
floatasi, sedimentasi, dan filtrasi.
Pengolahan secara kimia disebut juga pengolahan sekunder (secondary
treatment) yang bisanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan proses
pengolahan secara fisik. Metode ini umumnya digunakan untuk mengendapkan
bahan-bahan berbahaya yang terlarut dalam limbah cair menjadi padat.
Pengolahan dengan cara ini meliputi proses-proses netralisasi, flokulasi,
koagulasi, dan ekstrasi.
Pengolahan secara biologi merupakan tahap akhir dari pengolahan sekunder
bahan-bahan organik yang terkandung di dalam limbah cair. Limbah yang
hanya mengandung bahan organik saja dan tidak mengandung bahan kimia yang
berbahaya, dapat langsung digunakan atau didahului denghan pengolahan secara
fisik (Sugiharto, 1987).
Beberapa cara penanganan limbah ternak sudah diterapkan (Chung, 1988) di
antaranya :
· Solid Liquid
Separator. Pada cara ini penurunan BOD dan SS masing-masing sebesar
15-30% dan 40-60%. Limbah padat setelah separasi masih memiliki kandungan
air 70-80%. Normalnya, kompos mempunyai kandungan uap air yang kurang
dari 65%, sehingga jerami atau sekam padi dapat ditambahkan. Setelah
40-60 hari, kompos telah terfermentasi dan lebih stabil.
· Red Mud
Plastic Separator (RMP). RMP
adalah PVC yang diisi dengan limbah lumpur merah (Red Mud) dari industri
aluminium. RMP tahan pada erosi oleh asam, alkalis atau larutan
garam. Satu laporan mengklaim bahwa material RMP dengan tebal 1,2 mm
dapat digunakan sekitar 20 tahun. Bila limbah hog dipisahkan
dengan menggunakan separator liquid, bagian cair akan mengalir ke dalam
digester anaerobik pada kantong RMP. Pada suatu seri percobaan di Lembaga
Penelitian Ternak Taiwan, didapatkan bahwa ukuran optimum kantong dihitung
dengan mengalikan jumlah hogs dengan 0,5 m3. Pada suhu ambien di Taiwan,
jika waktu penyimpanan hidrolik selama 12 hari, BOD biasanya turun menjadi
70-85% dan kandungan SS menjadi 80-90%.
· Aerobic
Treatment. Perlakuan limbah hog pada separator liquid-solid dan RMP bag
digestor biasanya cukup untuk menemukan standart sanitasi. Jika tidak,
aliran (effluent) selanjutnya dilakukan secara aerobik. Perlakuan aerobik
meliputi aktivasi sludge, parit oksidasi, dan kolam aerobik. Rata-rata
BOD dan SS dari effluent setelah perlakuan adalah sekitar 200-800 ppm.
Setelah perlakuan aerobik, BOD dan SS akan turun pada level standar yang
memenuhi standart dari kumpulan air limbah oleh aturan pencegahan polusi
air. BOD maksimum air limbah dari suatu peternakan besar dengan lebih
dari 1000 ekor babi adalah 200 ppm, sedangkan untuk peternakan kecil BOD yang
diijinkan 400 ppm.
B. Pemanfaatan Limbah Ternak
Berbagai manfaat dapat dipetik
dari limbah ternak, apalagi limbah tersebut dapat diperbaharui (renewable)
selama ada ternak. Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang
potensial untuk dimanfaatkan. Limbah ternak kaya akan nutrient (zat makanan)
seperti protein, lemak, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), vitamin, mineral,
mikroba atau biota, dan zat-zat yang lain (unidentified subtances).
Limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, pupuk organik,
energi dan media pelbagai tujuan (Sihombing, 2002).
C. Limbah Ternak Sebagai Bahan Pakan dan Media Tumbuh
Sebagai pakan ternak, limbah ternak kaya akan nutrien seperti protein, lemak
BETN, vitamin, mineral, mikroba dan zat lainnya. Ternak membutuhkan
sekitar 46 zat makanan esensial agar dapat hidup sehat. Limbah feses
mengandung 77 zat atau senyawa, namun didalamnya terdapat senyawa toksik untuk
ternak. Untuk itu pemanfaatan limbah ternak sebagai makanan ternak
memerlukan pengolahan lebih lanjut. Tinja ruminansia juga telah banyak
diteliti sebagai bahan pakan termasuk penelitian limbah ternak yang
difermentasi secara anaerob (Prior et al., 1986).
Penggunaan feses sapi untuk media hidupnya cacing tanah, telah diteliti
menghasilkan biomassa tertinggi dibandingkan campuran feces yang ditambah bahan
organik lain, seperti feses 50% + jerami padi 50%, feses 50% + limbah organik
pasar 50%, maupun feses 50% + isi rumen 50% (Farida, 2000).
D. Limbah Ternak Sebagai Penghasil Gasbio
Permasalahan limbah ternak, khususnya manure dapat diatasi dengan memanfaatkan
menjadi bahan yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Salah satu bentuk
pengolahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan limbah tersebut sebagai
bahan masukan untuk menghasilkan bahan bakar gasbio. Kotoran ternak
ruminansia sangat baik untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan
biogas. Ternak ruminansia mempunyai sistem pencernaan khusus yang
menggunakan mikroorganisme dalam sistem pencernaannya yang berfungsi untuk
mencerna selulosa dan lignin dari rumput atau hijauan berserat tinggi.
Oleh karena itu pada tinja ternak ruminansia, khususnya sapi mempunyai
kandungan selulosa yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh bahwa tinja sapi mengandung 22.59% sellulosa, 18.32% hemi-sellulosa,
10.20% lignin, 34.72% total karbon organik, 1.26% total nitrogen, 27.56:1 ratio
C:N, 0.73% P, dan 0.68% K (Lingaiah dan Rajasekaran, 1986).
Gasbio adalah campuran beberapa gas, tergolong bahan bakar gas yang merupakan
hasil fermentasi dari bahan organik dalam kondisi anaerob, dan gas yang dominan
adalah gas metan (CH4) dan gas karbondioksida (CO2) (Simamora, 1989).
Gasbio memiliki nilai kalor yang cukup tinggi, yaitu kisaran 4800-6700 kkal/m3,
untuk gas metan murni (100 %) mempunyai nilai kalor 8900 kkal/m3. Menurut
Maramba (1978) produksi gasbio sebanyak 1275-4318 I dapat digunakan untuk
memasak, penerangan, menyeterika dan mejalankan lemari es untuk keluarga yang
berjumlah lima orang per hari.
Bahan gasbio dapat diperoleh dari limbah pertanian yang basah, kotoran hewan
(manure), kotoran manusia dan campurannya. Kotoran hewan seperti kerbau,
sapi, babi dan ayam telah diteliti untuk diproses dalam alat penghasil gasbio
dan hasil yang diperoleh memuaskan (Harahap et al., 1980).
Perbandingan kisaran komposisi gas dalam gasbio antara kotoran sapi dan
campuran kotoran ternak dengan sisa pertanian dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi
gas dalam gasbio (%) antara kotoran sapi dan campuran
kotoran ternak dengan sisa pertanian.
Jenis gas
|
Kotoran
sapi
|
Campuran kotoran ternak dan sisa pertanian
|
Metan (CH4)
Karbondioksida (CO2)
Nitrogen (N2)
Karbonmonoksida (CO)
Oksigen (O2)
Propen (C3H8)
Hidrogen sulfida (H2S)
Nilai
kalor (kkal/m3)
|
65.7
27.0
2.3
0.0
0.1
0.7
tidak
terukur
6513
|
54-70
45-27
0.5-3.0
0.1
6.0
-
sedikit
sekali
4800-6700
|
Sumber :
Harahap et al. (1978).
Pembentukan gasbio dilakukan oleh mikroba pada situasi anaerob, yang meliputi
tiga tahap, yaitu tahap hidrolisis, tahap pengasaman, dan tahap
metanogenik. Pada tahap hidrolisis terjadi pelarutan bahan-bahan organik
mudah larut dan pencernaan bahan organik yang komplek menjadi sederhana,
perubahan struktur bentuk primer menjadi bentuk monomer. Pada tahap
pengasaman komponen monomer (gula sederhana) yang terbentuk pada tahap
hidrolisis akan menjadi bahan makanan bagi bakteri pembentuk asam. Produk
akhir dari gula-gula sederhana pada tahap ini akan dihasilkan asam asetat,
propionat, format, laktat, alkohol, dan sedikit butirat, gas karbondioksida,
hidrogen dan amoniak. Sedangkan pada tahap metanogenik adalah proses
pembentukan gas metan.
Sedangkan bakteri-bakteri anaerob
yang berperan dalam ketiga fase di atas terdiri dari :
1.
Bakteri pembentuk asam (Acidogenic bacteria) yang merombak senyawa organik
menjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu berupa asam organik, CO2, H2, H2S.
2.
Bakteri pembentuk asetat (Acetogenic bacteria) yang merubah asam organik, dan
senyawa netral yang lebih besar dari metanol menjadi asetat dan hidrogen.
Bakteri penghasil metan (metanogens), yang berperan dalam merubah asam-asam
lemak dan alkohol menjadi metan dan karbondioksida. Bakteri pembentuk
metan antara lain Methanococcus, Methanobacterium, dan Methanosarcina.
E. Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik
Di negara China tidak jarang dapat dilihat pembuangan limbah peternakan
disatukan penampungannya dengan limbah manusia, untuk kemudian dijadikan pupuk
organik tanaman hortikultura. Selain itu ada juga yang mencampurnya
dengan lumpur selokan, untuk kemudian digunakan sebagai pupuk. Sebanyak
8-10 kg tinja yang dihasilkan oleh seekor sapi per hari dapat menghasilkan
pupuk organik atau kompos 4-5 kg per hari (Haryanto, 2000 dalam www.bangnak.ditjennak.go.id).
Farida (2000) mengungkapkan bahwa produksi kokon tertinggi diperoleh dari
pemanfaatan 50 % limbah feces sapi yang dicampur dengan 50% limbah organik
rumah tangga, yang bermanfaat untuk dijadikan pupuk organik.
F.Manfaat Limbah Ternak Lainnya
Di India dengan adanya tinja sapi sebanyak 5 kg perekor dan kerbau 15 kg
perekor, oleh pemerintah India disarankan untuk dihasilkannya dung cake
(briket) secara massal sebagai sumber energi (Jha, 2002). Dilaporkan dari
percobaan Basak and Lee (2001) bahwa tinja sapi yang segar pada perbandingan
1:2 mampu mengendalikan (100%) patogen cendawan akar mentimun (Cucumis
sativus L.) dari serangan root rot oleh Fusarium solani f.sp. cucurbitae
Synder and Hansen, dan layu oleh Fusarium oxysporum f.sp. cucumerinum
Owen. Tinja sapi kemungkinan memiliki mekanisme
pertahanan dan memberikan perlindungan pada bagian leher tanaman.
Kesimpulan
- Ekskreta ternak ruminansia berpeluang mencemari lingkungan jika tidak dimanfaatkan. Namun memperhatikan komposisinya, ekskreta masih dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan pakan, pupuk organik, gas bio, dan briket energi.
- Pemanfaatan limbah ternak akan mengurangi tingkat pencemaran lingkungan (air, tanah, udara).
Pustaka
Farida E. 2000. Pengaruh Penggunaan Feses
Sapi dan Campuran Limbah Organik Lain Sebagai Pakan atau Media Produksi Kokon
dan Biomassa Cacing Tanah Eisenia foetida savigry. Skripsi Jurusan
Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. IPB, Bogor.
Harahap F M, Apandi dan Ginting S. 1978. Teknologi Gasbio. Pusat Teknologi Pembangunan Institut Teknologi
Bandung, Bandung.
Hardjoutomo S. 1999. Tuberkulosis
sapi dan peranannya bagi peternakan sapi di Indonesia dalam Journal Penelitian
dan Pengembangan Pertanian 18 (2) http://pustaka.bogor.net/publ/jp3/html/jp182994.htm – (dikunjungi 6 Maret 2003).
http://www.bangnak.ditjennak.go.id/bang-swt.htm. Pengembangan Usaha Kompos / Pupuk Organik. (dikunjungi 6 Maret 2003).
Sihombing D T H. 2000. Teknik Pengelolaan Limbah
Kegiatan/Usaha Peternakan. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga
Penelitian, Institut Pertanian Bogor.
Simamora S. 1989.
Pengelolaan Limbah Peternakan (Animal Waste Management). Teknologi Energi Gasbio. Fakultas Politeknik Pertanian IPB.
Bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Dirjen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen P dan K.
Soeharsono, 2002. Anthrax
sporadik, tak perlu panik. Dalam kompas, 12 September 2002, http://www.kompas.com/kompas-cetak/0209/12/iptek/anth29.htm (dikunjungi 6 Maret 2003).
Suryahadi, Nugraha A R, Bey A,
dan Boer R. 2000. Laju konversimetan dan faktor emisi metan pada
kerbau yang diberi ragi tape lokal yang berbeda kadarnya yang mengandung Saccharomyces
cerevisiae. Ringkasan
Seminar Program Pascasarjana IPB.
Wibowomoekti P S.
1997. Kandungan Salmonella spp. dari limbah cair Rumah Pemotongan
Hewan (Studi Kasus RPH Cakung, Jakarta). Tesis Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
ORGAN GENITALIA PADA KUDA, SAPI, DOMBA, BABI
ovarium
Ovarium Kuda
Kuda mempunyai 2 buah ovaria berbentuk kacang dengan ukuran jauh lebih kecil daripada testis hewan jantan. Ovarium mempunyai facies medialis dan facies lateralis. Ovarium mempunyai 2 ekstremitas, yaitu ext tubaria dan ext uterina. Jarak antara ovarium dan mulut vulva 50-55 cm.
Kuda mempunyai 2 buah ovaria berbentuk kacang dengan ukuran jauh lebih kecil daripada testis hewan jantan. Ovarium mempunyai facies medialis dan facies lateralis. Ovarium mempunyai 2 ekstremitas, yaitu ext tubaria dan ext uterina. Jarak antara ovarium dan mulut vulva 50-55 cm.
Ovarium ruminantia
Ovarium sapi lebih kecil daripada kuda. Dan ovarium kanan biasanya lebih besar daripada yang kiri. Berbentuk oval, tidak mempunyai fossa ovarii. Terletak 40-45 cm dari pintu vulva sebelah luar. Apabila ada corpus luteum, maka lataknya superfisial, sehingga menonjol dan dapat dilihat dari permukaan luar. Corpus luteum berwarana kuning coklat.
Ovarium sapi lebih kecil daripada kuda. Dan ovarium kanan biasanya lebih besar daripada yang kiri. Berbentuk oval, tidak mempunyai fossa ovarii. Terletak 40-45 cm dari pintu vulva sebelah luar. Apabila ada corpus luteum, maka lataknya superfisial, sehingga menonjol dan dapat dilihat dari permukaan luar. Corpus luteum berwarana kuning coklat.
Ovarium babi
Ovarium babi terdapat bursa ovarii, yang terbentuk dari penjuluran mesosalpinx. Berbentuk bulat dan mempunyai hilus yang jelas.
Ovarium babi terdapat bursa ovarii, yang terbentuk dari penjuluran mesosalpinx. Berbentuk bulat dan mempunyai hilus yang jelas.
Ovarium kambing
Pada semua hewan menyusui ovarium
terdapat sepasang di dekat ginjal dimana gonad berada.bagian ovarium yang
terbuka ,artinya tdk melekat pada ligamentum penggantungnya,menghadap abdomen.
Ukuran ovarium tergantung dari
umur dan masa reproduksi hewan betina,pada hewan betina yang sudah beranak,
ovariumnya bisa dua kali besarnya betina dewasa
Uterus
Uterus Sapi
Uterus sapi terdapat sebagian besar di ruang abdomen. Corpus uterinya sangat pendek (3-4 cm), tetapi mempunyai cornua uteri yang panjang (30-40 cm). Tidak seperti pada kuda extremitas abdominalis dari cornua uteri sapi berbentuk corong dan berhubungan dengan tuba uterina.
Uterus Babi
Corpus uteri babi sangat pendek (5cm), tetapi cornua uterinya sangat panjang (1,2-1,5 m), sangat berkelok-kelok dan mudah bergerak di dalam ruang abdomen, sehingga bisa dikelirukan dengan usus halus, cervix uterinya mempunyai panjang 10cm.
Uterus kuda
Pada kuda, sebagian besar ada di dalam cavum
abdominal dan sisanya di ruang cavum pelvis . Sementara pada sapi, babi, dan
anjing ada dalam cavum abdominalis.
Uterus domba
Vagina
Vagina kuda
Vagina terletak horisontal di ruang pelvis, dimulai dari cervix uteri sampai vulva. Berbentuk tubulus sepanjang 15-20cm, dengan diameter 10-12 cm apabila diregang. Di bagian cranial dari vagina terdapat fornix vaginae yang merupakan kantong yang dibentuk oleh portio vaginalis uteri. Di bagian caudal vagina berhubungan dengan vulva.
Vagina kuda
Vagina terletak horisontal di ruang pelvis, dimulai dari cervix uteri sampai vulva. Berbentuk tubulus sepanjang 15-20cm, dengan diameter 10-12 cm apabila diregang. Di bagian cranial dari vagina terdapat fornix vaginae yang merupakan kantong yang dibentuk oleh portio vaginalis uteri. Di bagian caudal vagina berhubungan dengan vulva.
Vagina sapi
Vagina sapi lebih panjang daripada kuda, juga dindignnya lebih tebal. Panjangnya 20-35 cm. Di dinding ventral, diantara tunika muscularis dan selaput lendir terdapat 2 buah saluran Gartner yang bermuara di posterior orificium urethrae externum. Saluran Gartner adalah sisa embrional dari ductus Wolfii.
Placenta
Placenta terdiri dari dua bagian, yaitu placenta foetalis atau allantochorion dan placenta maternalis atau endometrium. Selama beberapa minggu pada permulaan periode embrio kantung kuning telur dan chorion amniotik berfungsi sebagai placenta primitif.
Sapi dan kerbau mempunyai placenta tipe kotiledoner atau tipe multifleks. Pada tipe ini hanya sebagian placenta maternal atau karunkulae endometrial, dan sebgaina allantochorion atau kotiledon yang terletak berhimpitan satu samalain untuk membentuk placentoma mengambil bagian dari fungsi placenta. Karunkulae tersusun dalam 4 lajur, 2 ventral dan 2 dorsal.
Placenta terdiri dari dua bagian, yaitu placenta foetalis atau allantochorion dan placenta maternalis atau endometrium. Selama beberapa minggu pada permulaan periode embrio kantung kuning telur dan chorion amniotik berfungsi sebagai placenta primitif.
Sapi dan kerbau mempunyai placenta tipe kotiledoner atau tipe multifleks. Pada tipe ini hanya sebagian placenta maternal atau karunkulae endometrial, dan sebgaina allantochorion atau kotiledon yang terletak berhimpitan satu samalain untuk membentuk placentoma mengambil bagian dari fungsi placenta. Karunkulae tersusun dalam 4 lajur, 2 ventral dan 2 dorsal.
Placenta difusa:
Villi tersebar merata pada seluruh permukaan luar dari khorion. Blastosis terletak memanjang di dalam rongga uterus. Plasenta semacam ini terdapat pada Babi, Kuda, dan hewan ungulata.
Villi tersebar merata pada seluruh permukaan luar dari khorion. Blastosis terletak memanjang di dalam rongga uterus. Plasenta semacam ini terdapat pada Babi, Kuda, dan hewan ungulata.
Glandula
mammaria
Glandula mammaria (glandula
lactifora) adalah kelenjar susu yang merupakan modifikasi dari kelenjar kulit.
Pada masa embrional, disepanjang garis yang terpancang dari daerah thoracalis
sampai pubis terdapat titik-titik yang akan menjadi papila mamae.
Pada pertumbuhan selanjutnya beberapa titik akan menghilang, sedang sisanya akan tumbuh dengan subur tergantung pada jenis hewannya. Kuda mempunyai sepasang papillae mammae yang terdapat di daerah propubicum. Sapi mempunyai 4 pasang, babi 5-6 pasang, kambing/domba mempunyai 2 pasang. Pada hewan jantan glandula mamaria tumbuh sebagai puting yang rudimenter.
Glandula mamaria terdiri dari corpus mammae dan papilla mammae. Kuda mempunyai 2 atau 3 ductuli lactiferi yang membentuk sphinter dalam sebuah papila mammae. Sapi mempunyai 1 ductus lactiferus. Babi mempunyai 2 ductuli lactiferi, sedang anjing mempunyai 6-12 ductuli lactiferi.
Pada pertumbuhan selanjutnya beberapa titik akan menghilang, sedang sisanya akan tumbuh dengan subur tergantung pada jenis hewannya. Kuda mempunyai sepasang papillae mammae yang terdapat di daerah propubicum. Sapi mempunyai 4 pasang, babi 5-6 pasang, kambing/domba mempunyai 2 pasang. Pada hewan jantan glandula mamaria tumbuh sebagai puting yang rudimenter.
Glandula mamaria terdiri dari corpus mammae dan papilla mammae. Kuda mempunyai 2 atau 3 ductuli lactiferi yang membentuk sphinter dalam sebuah papila mammae. Sapi mempunyai 1 ductus lactiferus. Babi mempunyai 2 ductuli lactiferi, sedang anjing mempunyai 6-12 ductuli lactiferi.
Oleh :
Imam aditya putra
0911311007
Pkh-UB
Senin, 04 Juni 2012
Feline Immunodeficiency Virus (FIV)
Pendahuluan
Kucing yang terinfeksi feline immunodeficiency virus (FIV) mungkin tidak menunjukkan gejala sampai tahun setelah infeksi awal terjadi. Walaupun virus ini bekerja lambat, sistem kekebalan tubuh kucing adalah sangat lemah setelah penyakit berlangsung. Hal ini membuat kucing rentan terhadap infeksi berbagai sekunder. Kucing yang terinfeksi yang menerima perawatan medis mendukung dan disimpan dalam lingkungan yang bebas stres, indoor dapat hidup relatif nyaman selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sebelum penyakit kronis mencapai tahap tersebut. Banyak orang bingung FIV dengan virus leukemia kucing (FeLV). Meskipun
penyakit ini dalam keluarga retrovirus yang sama dan menyebabkan berbagai kondisi sekunder yang serupa FeLV dan FIV adalah penyakit yang berbeda.
Etiologi
Virus
penyebab AIDS pada kucing Feline Immunodeficiency Virus (FIV) termasuk dalam
kelompok Lentivirus dan mempunyai single stranded RNA virus. Virus Feline
Immunodeficiency (FIV) mempunyai sifat host spesific artinya adalah hanya
menyerang pada kucing. FIV terdapat diseluruh dunia dan sekitar 1.5-3 % kucing
di USA terinfeksi penyakit ini. Dan sekitar 5% kucing yang positif FIV juga
menderita penyakit Feline Leukemia Virus (FeLV).
Penularan
Feline
Immunodeficiency Virus (FIV) terutama ditularkan melalui luka gigitan, sehingga
kucing yang sering berkeliaran di luar rumah mempunyai resiko terkena FIV lebih
tinggi dari pada kucing yang hidup di dalam rumah, begitu pula kucing jantan
yang agresif dan sering berkelahi lebih mudah terinfeksi.Induk bunting yang
terinfeksi juga dapat menulari anaknya pada saat masih di dalam rahim. Umur
kucing yang terinfeksi FIV bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu.
Lebih dari 50 % kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit
pun selama beberapa tahun. Sekitar 20 % kucing yang terinfeksi FIV mati dalam
waktu 2 tahun. Umumnya kucing mati dalam waktu 4-6 tahun setelah virus masuk
dan menginfeksi tubuh.pada tempat
makan,tempat minum ,tempat grooming umum tidak ditemukan adanya penularan lewat
hal ini
Diagnosa
Selain dari gejala klinis diagnose FIV dapat dilakukan
dengan melakukan tes darah, yaitu melihat antibody yang ada dalam darah. Namun
test ini tak 100% akurat
Gejala klinis
- Pembesaran limponodul
- Demam
- Anemia
- Berat badan turun
- Bulu rusuh
- Nafsu makan berkurang
- Diarrhea
- Adanya abnormalitas pada conjuctivitas yg mengalami peradangan
- Gingivitis
- Stomatitis
- Sakit gigi
- Kulit kemerahan, bulu rontok
- Apabila ada luka tak cepat sembuh
- Bersin bersin
- Sering buang air
- Perubahan perilaku
Pada
stadium kronis biasanya terjadi infeksi gastrointestinal dan paru-paru.
Berat badan turun,anoreksia,demam yang berlangsung lama 40°C.
Berat badan turun,anoreksia,demam yang berlangsung lama 40°C.
Apakah bisa disembuhkan ?
Seperti juga HIV pada manusia,
sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif melawan FIV. Umur kucing yang terinfeksi FIV
bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu. Lebih dari 50 % kucing
yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit pun selama beberapa
tahun. Sekitar 20 % kucing yang. terinfeksi FIV mati dalam waktu 2 tahun.umumnya
kucing mati pada umur 4-5 tahun saat virus masuk dan menginfeksi tubuh. Karena
tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, seluruh tindakan bertujuan
mencegah infeksi sekunder lain dan mencegah penyebaran penyakit. Kucing yang
positif terinfeksi sebaiknya diisolasi dan jauhkan dari kucing lain.
Pencegahan
Sampai saat ini vaksin
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) belum ditemukan.
Pemberian steroid anabolik kadang dapt diberikan untuk mencegah penurunan berat badan dan kelemahan. Manajemen pemeliharan yang baik dapat ilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, terutama untuk cattery. Karantina kucing yang baru masuk dan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Untuk mengurangi sifat agresif kucing jantan dengan kebiri, kandangkan kucing di dalam rumah, jaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan vaksinasi teratur dan nutrisi yang baik.treatmen lain yg dapat kita lakukan yaitu dengan:
Pemberian steroid anabolik kadang dapt diberikan untuk mencegah penurunan berat badan dan kelemahan. Manajemen pemeliharan yang baik dapat ilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, terutama untuk cattery. Karantina kucing yang baru masuk dan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Untuk mengurangi sifat agresif kucing jantan dengan kebiri, kandangkan kucing di dalam rumah, jaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan vaksinasi teratur dan nutrisi yang baik.treatmen lain yg dapat kita lakukan yaitu dengan:
·
Medikasi untuk
infeksi sekunder
·
Diet sehat, cocok untuk mendorong gizi yang baik
·
Cairan dan terapi penggantian elektrolit
·
Anti-inflamantory
drugs
·
Pengendalian
parasit
Langganan:
Postingan (Atom)

