Senin, 04 Juni 2012

Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Pendahuluan
Kucing yang terinfeksi feline immunodeficiency virus (FIV) mungkin tidak menunjukkan gejala sampai tahun setelah infeksi awal terjadi. Walaupun virus ini bekerja lambat, sistem kekebalan tubuh kucing adalah sangat lemah setelah penyakit berlangsung. Hal ini membuat kucing rentan terhadap infeksi berbagai sekunder. Kucing yang terinfeksi yang menerima perawatan medis mendukung dan disimpan dalam lingkungan yang bebas stres, indoor dapat hidup relatif nyaman selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sebelum penyakit kronis mencapai tahap tersebut.



Banyak orang bingung FIV dengan virus leukemia kucing (FeLV). Meskipun

penyakit ini dalam keluarga retrovirus yang sama dan menyebabkan berbagai kondisi sekunder yang serupa FeLV dan FIV adalah penyakit yang berbeda.

Etiologi

Virus penyebab AIDS pada kucing Feline Immunodeficiency Virus (FIV) termasuk dalam kelompok Lentivirus dan mempunyai single stranded RNA virus. Virus Feline Immunodeficiency (FIV) mempunyai sifat host spesific artinya adalah hanya menyerang pada kucing. FIV terdapat diseluruh dunia dan sekitar 1.5-3 % kucing di USA terinfeksi penyakit ini. Dan sekitar 5% kucing yang positif FIV juga menderita penyakit Feline Leukemia Virus (FeLV).

Penularan
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) terutama ditularkan melalui luka gigitan, sehingga kucing yang sering berkeliaran di luar rumah mempunyai resiko terkena FIV lebih tinggi dari pada kucing yang hidup di dalam rumah, begitu pula kucing jantan yang agresif dan sering berkelahi lebih mudah terinfeksi.Induk bunting yang terinfeksi juga dapat menulari anaknya pada saat masih di dalam rahim. Umur kucing yang terinfeksi FIV bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu. Lebih dari 50 % kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit pun selama beberapa tahun. Sekitar 20 % kucing yang terinfeksi FIV mati dalam waktu 2 tahun. Umumnya kucing mati dalam waktu 4-6 tahun setelah virus masuk dan menginfeksi tubuh.pada tempat makan,tempat minum ,tempat grooming umum tidak ditemukan adanya penularan lewat hal ini
Diagnosa
Selain dari gejala klinis diagnose FIV dapat dilakukan dengan melakukan tes darah, yaitu melihat antibody yang ada dalam darah. Namun test ini tak 100% akurat
           
Gejala klinis
  • Pembesaran limponodul
  • Demam
  • Anemia
  • Berat badan turun
  • Bulu rusuh
  • Nafsu makan berkurang
  • Diarrhea
  • Adanya abnormalitas pada conjuctivitas yg mengalami peradangan
  • Gingivitis  
  • Stomatitis   
  • Sakit gigi
  • Kulit kemerahan, bulu rontok
  • Apabila ada luka tak cepat sembuh
  • Bersin bersin
  • Sering buang air
  • Perubahan perilaku
            Pada stadium kronis biasanya terjadi infeksi gastrointestinal dan paru-paru.
Berat badan turun,anoreksia,demam yang berlangsung lama 40°C.

Apakah bisa disembuhkan ?
            Seperti juga HIV pada manusia, sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif melawan FIV. Umur kucing yang terinfeksi FIV bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu. Lebih dari 50 % kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit pun selama beberapa tahun. Sekitar 20 % kucing yang. terinfeksi FIV mati dalam waktu 2 tahun.umumnya kucing mati pada umur 4-5 tahun saat virus masuk dan menginfeksi tubuh. Karena tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, seluruh tindakan bertujuan mencegah infeksi sekunder lain dan mencegah penyebaran penyakit. Kucing yang positif terinfeksi sebaiknya diisolasi dan jauhkan dari kucing lain.

Pencegahan
            Sampai saat ini vaksin Feline Immunodeficiency Virus (FIV) belum ditemukan.
Pemberian steroid anabolik kadang dapt diberikan untuk mencegah penurunan berat badan dan kelemahan.
Manajemen pemeliharan yang baik dapat ilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, terutama untuk cattery. Karantina kucing yang baru masuk dan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Untuk mengurangi sifat agresif kucing jantan dengan kebiri, kandangkan kucing di dalam rumah, jaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan vaksinasi teratur dan nutrisi yang baik.treatmen lain yg dapat kita lakukan yaitu dengan:
·        Medikasi untuk infeksi sekunder
·        Diet sehat, cocok untuk mendorong gizi yang baik
·        Cairan dan terapi penggantian elektrolit
·        Anti-inflamantory drugs
·        Pengendalian parasit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar