Pendahuluan
Kucing yang terinfeksi feline immunodeficiency virus (FIV) mungkin tidak menunjukkan gejala sampai tahun setelah infeksi awal terjadi. Walaupun virus ini bekerja lambat, sistem kekebalan tubuh kucing adalah sangat lemah setelah penyakit berlangsung. Hal ini membuat kucing rentan terhadap infeksi berbagai sekunder. Kucing yang terinfeksi yang menerima perawatan medis mendukung dan disimpan dalam lingkungan yang bebas stres, indoor dapat hidup relatif nyaman selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun sebelum penyakit kronis mencapai tahap tersebut. Banyak orang bingung FIV dengan virus leukemia kucing (FeLV). Meskipun
penyakit ini dalam keluarga retrovirus yang sama dan menyebabkan berbagai kondisi sekunder yang serupa FeLV dan FIV adalah penyakit yang berbeda.
Etiologi
Virus
penyebab AIDS pada kucing Feline Immunodeficiency Virus (FIV) termasuk dalam
kelompok Lentivirus dan mempunyai single stranded RNA virus. Virus Feline
Immunodeficiency (FIV) mempunyai sifat host spesific artinya adalah hanya
menyerang pada kucing. FIV terdapat diseluruh dunia dan sekitar 1.5-3 % kucing
di USA terinfeksi penyakit ini. Dan sekitar 5% kucing yang positif FIV juga
menderita penyakit Feline Leukemia Virus (FeLV).
Penularan
Feline
Immunodeficiency Virus (FIV) terutama ditularkan melalui luka gigitan, sehingga
kucing yang sering berkeliaran di luar rumah mempunyai resiko terkena FIV lebih
tinggi dari pada kucing yang hidup di dalam rumah, begitu pula kucing jantan
yang agresif dan sering berkelahi lebih mudah terinfeksi.Induk bunting yang
terinfeksi juga dapat menulari anaknya pada saat masih di dalam rahim. Umur
kucing yang terinfeksi FIV bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu.
Lebih dari 50 % kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit
pun selama beberapa tahun. Sekitar 20 % kucing yang terinfeksi FIV mati dalam
waktu 2 tahun. Umumnya kucing mati dalam waktu 4-6 tahun setelah virus masuk
dan menginfeksi tubuh.pada tempat
makan,tempat minum ,tempat grooming umum tidak ditemukan adanya penularan lewat
hal ini
Diagnosa
Selain dari gejala klinis diagnose FIV dapat dilakukan
dengan melakukan tes darah, yaitu melihat antibody yang ada dalam darah. Namun
test ini tak 100% akurat
Gejala klinis
- Pembesaran limponodul
- Demam
- Anemia
- Berat badan turun
- Bulu rusuh
- Nafsu makan berkurang
- Diarrhea
- Adanya abnormalitas pada conjuctivitas yg mengalami peradangan
- Gingivitis
- Stomatitis
- Sakit gigi
- Kulit kemerahan, bulu rontok
- Apabila ada luka tak cepat sembuh
- Bersin bersin
- Sering buang air
- Perubahan perilaku
Pada
stadium kronis biasanya terjadi infeksi gastrointestinal dan paru-paru.
Berat badan turun,anoreksia,demam yang berlangsung lama 40°C.
Berat badan turun,anoreksia,demam yang berlangsung lama 40°C.
Apakah bisa disembuhkan ?
Seperti juga HIV pada manusia,
sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif melawan FIV. Umur kucing yang terinfeksi FIV
bervariasi tergantung kekebalan tubuh tiap individu. Lebih dari 50 % kucing
yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit sedikit pun selama beberapa
tahun. Sekitar 20 % kucing yang. terinfeksi FIV mati dalam waktu 2 tahun.umumnya
kucing mati pada umur 4-5 tahun saat virus masuk dan menginfeksi tubuh. Karena
tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, seluruh tindakan bertujuan
mencegah infeksi sekunder lain dan mencegah penyebaran penyakit. Kucing yang
positif terinfeksi sebaiknya diisolasi dan jauhkan dari kucing lain.
Pencegahan
Sampai saat ini vaksin
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) belum ditemukan.
Pemberian steroid anabolik kadang dapt diberikan untuk mencegah penurunan berat badan dan kelemahan. Manajemen pemeliharan yang baik dapat ilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, terutama untuk cattery. Karantina kucing yang baru masuk dan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Untuk mengurangi sifat agresif kucing jantan dengan kebiri, kandangkan kucing di dalam rumah, jaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan vaksinasi teratur dan nutrisi yang baik.treatmen lain yg dapat kita lakukan yaitu dengan:
Pemberian steroid anabolik kadang dapt diberikan untuk mencegah penurunan berat badan dan kelemahan. Manajemen pemeliharan yang baik dapat ilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, terutama untuk cattery. Karantina kucing yang baru masuk dan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Untuk mengurangi sifat agresif kucing jantan dengan kebiri, kandangkan kucing di dalam rumah, jaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan vaksinasi teratur dan nutrisi yang baik.treatmen lain yg dapat kita lakukan yaitu dengan:
·
Medikasi untuk
infeksi sekunder
·
Diet sehat, cocok untuk mendorong gizi yang baik
·
Cairan dan terapi penggantian elektrolit
·
Anti-inflamantory
drugs
·
Pengendalian
parasit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar